Fikri Senada : Pentingnya Asesman dan Uji Kopetensi Diri Bagi Calon Pejabat Eselon

on Jumat, 26 Juli 2019

"KANTOR SATPOL PP KOTA BUKITTINGGI - SUMBAR"

Hari pertama mengantar Istri memberikan materi pelatihan pada kegiatan "BIMBINGAN TEKNIS STAF, PEGAWAI DAN TENAGA KONTRAK PEMKO BUKITTINGGI" hari ini jadwal memberikan materi di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja / SatPol PP Kota Bukittinggi Sumbar.

"KONTRAK KERJASAMA ANTARA BIRO PSIKOLOGI KAMPUS dengan PEMKO BUKITTINGGI SUMBAR"

Sebagai seorang Staf Pengajar Fakultas Psikologi dan Master Psikologi Industri dan Organisasi, dan sebagai Kepala Biro & Konsultan Psikologi di Kampus, orang rumah memberikan materi "METODE PSIKOLOGI PELAYANAN PELANGGAN atau MASYARAKAT"

Ternyata Pemerintahan Kota Bukittinggi Sumbar punya program pelatihan dan bimbingan teknis kepada banyak pejabat ASN dan tenaga kontrak di Lingkungan Pemko Bukittinggi agar memiliki ilmu dan kemampuan secara Psikologis Dalam Melayani Pelanggan yaitu MELAYANI MASYARAKAT DENGAN HATI SEHINGGA TARGET PELAYANAN YANG PRIMA UNTUK WARGA KOTA BISA TERCAPAI.

Alhamdulillah bisa menambah ilmu dan wawasan saya secara Pribadi, dan sebagai suami memiliki istri yg punya bnyk pengalaman baik sebagai Assesor saat kegiatan Asesmen Para Calon Pejabat di Beberapa Pemerintahan Provinsi (NAD Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat) dan hampir semua Asesmen Para Pejabat ditingkat Kabupaten dan Kota di Provinsi tersebut.

Akhirnya saya bnyk bertanya dan belajar dgn orang rumah soal kompetensi apa yg dimiliki oleh seorg calon pejabat, tipikal, perangai, kemampuan apa yg hrs dimiliki oleh para calon pejabat, bahkan tentang kekurangan apa yg dimiliki sang calon pejabat, SOAL COCOK ATAU TIDAK SESEORANG YANG DIASESMEN ITU UNTUK MENDUDUKI JABATAN YANG DIINGINKANNYA.

Ilmu dan wawasan yg berharga, yang saya dapat dari seorang Istri sebagai Dosen Psokologi dan Kepala Biro & Konsultan Psikologi, yang sejak lama bekerjasama dgn banyak Pemerintahan Dearah Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam pelaksanaan Asesmen dan Uji Kompetensi Diri Para Calon Pejabat Pemerintahan Daerah.

"ASESMEN dan UJI KOMPETENSI DIRI" bagi calon pejabat itu memang penting, selain menempatkan org pada ahli dan sesuai bidangnya, mampu meminimalisir KKN dan sebagai ikhtiar kita utk mendapatkan pejabat yg punya mental hebat dan moral jauh dari bejat!!

SALAM KOMPAK JEMAU KITAU...!!
(Mr. F)





Fikri Senada : "HARGA DIRI TAK BISA DIRUPIAHKAN"

on Selasa, 16 April 2019

"HARGA DIRI TAK BISA DIRUPIAHKAN"
sampaikan dengan anak bini, sampaikan dengan gaek di dusun, sampaikan dengan ding beghading, sahabat kundang kantin, jiran tetangga, sahabat satu alumni, mantan kawan satu kostmu, BAHKAN KEPADA MANTAN SANTINGANMU... harga diri tak bisa dirupiahkan, pilih sesuai hati nurani, penuh kejujuran hati, dan tanggungjawab dunia akherat!!

(Mr. F)


Fikri Senada : "JANGAN GOLPUT KAWAN"

"JANGAN GOLPUT KAWAN"

ding kediding ambin umbut,,
singgah ketalang ambin pisang,,
kundang kantin jangan golput,,
datang ke TPS cuman jerang,,

(Mr. F)


FIKRI SENADA : CINTA ADALAH KEPASTIAN

on Minggu, 31 Maret 2019

CINTA ADALAH KEPASTIAN YANG DIWUJUDKAN. Tapi jangan terus mempertanyakannya, karena cinta adalah untuk dijaga dan diperjuangkan, bukan hanya dipertanyakan...!!

Love U Adiak Sanak..
(Mr. F)

FIKRI SENADA : MENUNGGU PESANAN RUJAK

on Senin, 11 Maret 2019

"MENUNGGU PESANAN RUJAK"
ada buah jambu, bengkuang, nenas, kedondong, timun, mangga muda, jambu biji, semangka yang di iris-iris dicampur dengan bumbu khas menjadi satu, yaitu RUJAK!

belajar dari sepiring rujak,
sepiring rujak yang terhidang dapat diibaratkan seperti perjalanan lika-liku kehidupan manusia. Kita akan mengalami manis kebahagiaan, asamnya penderitaan dan pedasnya tantangan.

setiap ujian yang datang silih berganti akan menempa kita menjadi manusia yang kuat dan bijaksana.

terimakasih utk sepiring rujaknya, karena tidak mesti jadi petani buah, tidak mesti menanam dan menunggu berbuah, disini komplit tersedia, jasa sang penjual rujak gerobak!!

pedagang kecil yang pantas kita paresiasi, tanpa kita sadari mereka begitu berjasa, SAYANGI PEDAGANG KECIL!
(Mr. F)


FIKRI SENADA : BUBUR AYAM CAMPUR

siang ini,
Edisi Bubur Ayam Campur..

Bubur ayam campur adalah tingkat tertinggi dalam filsafat. Bahkan sudah menyentuh ranah Ma'rifat. Ibarat Negara, bubur ayam campur adalah ketika Negara hadir ditengah rakyatnya...

Bercampur baur, saling merasakan satu sama lain, saling berinteraksi tanpa ada batas. Seperti kita yang sedang berdoa dan menghadirkan sosok "Allah Tuhan Yang Kuasa" di hadapan kita. Kita merasa tengah berdialog dengan Allah SWT. Ya, tanpa ada batas. Kita tidak lagi terbelenggu dalam rutinitas nir rasa...

Bubur ayam campur mencerminkan bagaimana manusia merasa dimanusiakan. Hadirnya Negara di tengah rakyatnya membuat rakyat merasa di ayomi, ada penguat. Tidak penting Presiden tidur di tenda asal bisa merasa jadi rakyat. Satu hal: Rasa..

Untuk bisa membaur dan merasa, kita perlu melepas segala atribut kepantasan, pangkat, jabatan, kekayaan dan gengsi. Asal bukan celana dan sarung...

Untuk itu diperlukan kenekatan berekspresi, ke-luarbiasaan kita dalam bertindak. Kemauan kita untuk melihat kedalam, tanpa hierarki...

Sehingga penikmat bubur ayam campur adalah manusia dengan keleluasaan berpikir dan bekerja, cuek, spontan sekaligus tegas. Karena bagi mereka, rasa adalah segalanya...

Mu luak itu mela adiak sanak kudang kantin 6ang jauh atau dekat, kitau makan siang dengan Bubur Ayam Campur, SALAM KOMPAK JEMAU KITAU..!!
(Mr. F)


FIKRI SENADA : INILAH KAMPUNG KAMI

on Rabu, 27 September 2017

Pak...
Terimakasih atas semuanya, inilah kampung kami...

Pak....
Tahukah bapak berapa banyak LULUSAN SARJANA PERTANIAN di kampung halaman kami ini..???

Pak...
Tahukah bapak berapa banyak LULUSAN SARJANA PERTANIAN dikampung kami tidak mampu mengaktualisasikan ilmu mrk, padahal mrk adalah org2 yg pintar dan sdh belajar soal pertanian!

Pak...
Dari sekian banyak SARJANA PERTANIAN di kampung kami, mereka memutuskan untuk jadi ASN atau PNS di pemkab dan pemprov di daerah kami ini, tapi apakah bapak tahu mereka menduduki jabatan atau di tugaskan tidak pada bidangnya..??? Bahkan mrk tdk konsentrasi bekerja yang mrk pikirkan, KAPAN MUTASI dan jangan2 kena mutasi lagi..

Pak...
Apakah bapak tahu ada seorang LULUSAN SARJANA PERTANIAN diangkat atau dipaksa untuk menjadi DIREKTUR SEBUAH RUMAH SAKIT UMUM??

Pak...
Andaikan bapak tahu BEGITU BANYAK SARJANA PERTANIAN YANG KEBINGUNGAN HARUS MELAKUKAN APA, mereka masih pengangguran dan mrk juga enggan atau MALU JADI PETANI YANG SESUNGGUHNYA...  jangankan memegang handtracktor, memegang cangkul aja mereka gak mau...

Pak....
Saya memahami mengapa tidak semua LULUSAN SARJANA PERTANIAN di kampung kami berkecimpung di sektor Pertanian, karena pemimpin daerah ini terutama pemerintahan dalam kepemimpinan sejak dulu hingga sekarang, belum cukup berbuat sesuatu yg mendorong investasi di sektor Pertanian sehingga sektor Pertanian mampu menyerap semua tenaga2 lulusan sarjana pertanian dgn gaji yang layak...

Pak....
taukah Bapak betapa sulitnya mengakses lahan pertanian bagi kami, betapa sulitnya mendapat akses pembiayaan bank dgn agunan lahan pertanian non sawit, betapa sulitnya benih berkualitas dan pupuk dgn harga terjangkau dan betapa tidak pastinya harga jual hasil pertanian  krn kebijakan import yg pemerintan Bapak lakukan.

Pak...
Semua itu menjadi kendala untuk menarik lebih banyak pemain baru di sektor pertanian.

Pak...
Tahukah Bapak betapa sedikitnya SARJANA PERTANIAN di BUMN krn kalau banyak SARJANA PERTANIAN di bank BUMN maka mustinya mudah pembiayaan kebun buah dgn agunan lahan pertanian, shg bukan kebun besar saja spt sawit/karet tapi juga kebun buah kecilpun bisa dibiayai.

Pak...
Tahukah bapak bahwa kami BUKAN HANYA BUTUH MAKAN JAGUNG...???

Kami butuh beras, maka kami wajib menanam padi di area yang jauh lebih besar dari lahan jagung...

Kami butuh SAYUR MAYUR, karena kami masih mau makan TAGHUAK LUMAI, GENJER, KANGKUNG, TAGHUAK JABUNG, DAUN KEGHENYAT, KACANG PANJANG, BUAH EMBING, bahkan butuh juga lahan agar daun dan buah perenggi bisa menjalar.... dan kami belum makan sayur daun jagung..!!

Pak...
Tahukah bapak bahwa kami butuh yang lain, butuh pisang dan daun pisang "TUAPAU PENGIBAT NASI DAN PENGIBAT PENDAP KALAU PISANG SUDAH KEHABISAN LAHAN" kami butuh ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, bahkan buah-buahan yang lain...!!

Pak...
Tahukah bapak dengan menggilanya LAHAN PERTANIAN KECIL NON SAWIT BERUBAH MENJADI LAHAN SAWIT, sudah menimbulkan dampak luar biasa pd lahan pertanian holtikultura, belum lagi ahlih fungsi lahan menjadi tapak perumahan atau bangunan lainnya...

Pak...
Cabe tiba2 bisa mahal setinggi langit...
Kacang kedelai untuk bahan membuat tempe harus langkah di pasaran...
BAHKAN NEGERI INI PERNAH HEBOH KARENA HARGA JENGKOL MAHAL...

Pak....
Tahukah bapak bahwa kami bukan hanya butuh makan jagung...!!!

Pak...
Jika semua adiak sanak kami berlomba2 menjadikan semua lahan jadi kebun jagung... maka bisa kami bayangkan kami akan menjadi konsumen buah dan sayur dari daerah lain...

Pak...
Kalau semua pada nanam jagung, karena angin sorga yang tersiar selama ini dan sangat menjanjikan, maka kami akan kelangkaan bahan makanan yg lainnya, orang sdh malas menanam sayur mayur, org sdh malas menanam ubi, orang sudah malas menanam pisang, dan yang lainnya...

Pak...
Tahukah bapak kemarin kami juga diberi angin surga TANAM SENGON KALAU MAU KAYA bukan TANAM JAGUNG... kemana slogan tanam sengon kemarin, pdhl sdh banyak org kampung kami menanam sengon....

Pak....
Kami juga masih ingin menanam yang lain, karena kami juga butuh tanaman lain, BUKAN HANYA JAGUNG...

Pak..
I LOVE U....