Saatnya Suara Alumni SMA N 5 Manna BS Berpengaruh...!!
Saatnya Suara Alumni SMA N 5 Manna BS Berpengaruh...!!
kalu telabuah atau tepeghicul, lemak di apau... (guman niniak dulu)
DENGAN SADAR ATAS KEKURANGAN itu kami yakin terus melangkah utk berbenah dan berubah, untukmu dusun lamanku....!! bismillah..
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Semoga segala kebaikan tercurah kepada yang membacanya (Aamiin)
Kembali aku berpijak disini. Membunuh setiap detik berharga demi
satu perjalanan menembus zona waktu yang mengikis cepat masa.
Ya Allah, aku berada di pulau yaitu di provinsi sumut tempat para Penyiar Agama Allah Pertama Kali Di Nusantara, menyebarkan syariat
mulia dari seseorang yang namanya terpatri paling atas "100 orang yang
paling berpengaruh di dunia" dalam suatu buku tebal biru koleksi LRC
(Learning Resources Center) milik SMAku dulu.
Aku kini terpaku menatap layar laptop dihadapanku, di kota medan sumut tempat para
pejuang-pejuang tanah melayu deli dari segala kalangan mengukir abadi sejarah pertahanan
mereka saat pulau sumatera menjadi hamparan lahan perkebunan kolonial belanda, sekitar ratusan tahun sebelum
akhirnya ragaku terlepas dari fase alam rahim seorang wanita luar biasa
yang Kau jadikan salah satu bagian penting dalam setiap fraksi masa
kecilku, hingga saat ini.
Ya Allah, aku disini,.. Medan Sumut. satu dari sekian tempat di dunia
yang sempat kusebut dalam untaian asa yang mengawang tinggi menembus
cakrawala.
Alhamdulillah, Engkau jemput asaku dalam setiap doa yang mengalir di
setiap sujud terakhir sepertiga malam-Mu. Destinasi yang selaras dengan
kata polos namun suci harapan yang terucap, delapan belas tahun yang lalu.
Delapan belas tahun berlalu...
Tahun terakhir masa sekolah menengah atas di sudut kota kecil di Provinsi Bengkulu, Padang Kapuk Manna. Megah berdiri di lereng gunung tigau sebelah tebat kacil, tempat kubangan kebau atau kaput (babi hutan).
Dulu sering sekali aku para petani menggiring kerbau dan melihat babi hutan mandi kubangan di seblah sekolahku.
Disana aku menjadi pemimpi. Tak mengenal batas realistis. Bahkan hal-hal konyol yang tidak akan kubahas disini juga menjadi salah satu elemen mimpi besarku.
Aku sering bergelut dalam dimensi khayalanku. Not only me, but also them. Teman-temanku juga masing-masing menggantung mimpi besar mereka disini. Mimpi yang serupa akan menjadi mimpi kita bersama. Hal-hal yang tertulis dalam kesan pesan buku tahunan SMAku. Sedikit geli jika mengingatnya kembali.
Aku merindukan tempat ini, sungguh...
Ya Allah
Se-'aneh' apapun asa yang menggantung disela embun pagi menggantung di pucuk-pucuk daun pohon mangga yang sering kutemui disana, harapan itu masih suci, tulus, tanpa tendensi yang seringkali justru mengalun pahit penuh dusta. Dia selalu indah, menembus sekat realistis paling ujung sekalipun, melintasi samudra kemustahilan paling jelas sekaligus, lantas saat terjatuh, jatuhnya bagaikan si pengembala kerbau dengan ketabahan kerbau memberi hasil yang baik
Asa itu terpatri disini, Ya Allah. Engkau jemput yang terbaik, termasuk memautku di kota kenangan ini.
Ia menggumpal besar, kemudian terpecah, diversi ke segala arah. Satu fraksi berharap-harap cemas merealisasikan masa depanku. Yang lainnya mengisi ruang 'imajinasi' dalam jiwa kesederhanaan-indah yang fana, namun abadi menjadi katalis sendi penggerak pacuan penyemangatku untuk bisa berada di kota ini. Sederhana tapi mengagumkan.
When i don't expect it as much as i want before. It starts fading, and i don't really care 'bout it for several years. It just like my old dreams come true.
Masih sanggupkah aku menggantung asa 'sehebat' dulu di kota impian ini, Ya Allah? Engkau hampir selalu menakdirkan asaku berpaut di tempat ini, hingga sekarang. Membiarkannya menggumpal dan berdiversi ke segala arah. Kadang tersangkut pada hal-hal tak terduga, membuatnya seringkali memacu perilaku paradoks tak terkendali dalam diriku.
Masih bisakah aku 'mendarat sempurna' saat aku harus terjatuh?
Ya Allah, Sesungguhnya hamba berserah pada-Mu dari segala sesuatu diluar pengendalian hamba.
Tanpa kitau sadari hidup ini luak melewati jalanan yang penuh dengan berbagai rintangan menghadang. Sebagian jemau terlena dan jatuh dalam kubangan rintangan hidup. Beban kehidupan yang berat alasannya. Padahal bukanlah itu salah satu penyebab-pau. Penyebab-pau adalah ketidakmampuan untuk jujur dan berterus terang dan bersikap apa adanya "APAU ADAU WAU". Berterus terang kepada siapa? Kepada diri sendiri, orang lain dan kepada ALLAH SWT Tuhan semesta alam.
Bersikaplah apa adanya. Ikuti suara hati dan jujur dan berterus terang kepada diri sendiri. Ketika kitau menemukan kesulitan hidup, janganlah menolak apa yang dibisikan oleh suara hati kitau. Saya yakin suara hati anda berbunyi "ayolah cari cara, tanyakan kepada orang lain". Namun karena sikap kitau yang endiak jujur dan tidak mau jujur kepada diri sendiri, kitau lebih memilih berpura-pura bisa daripada takut di bilang bodoh karena harus bertanya dan belajar pada orang lain.
Bersikap apa adanya bukan hanya bagi diri sendiri tetapi juga orang lain. Sudah tidak dapat dipungkiri lagi bahwa semua manusia pasti membutuhkan orang lain untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Tidak mungkinlah manusia melakukan segala keinginannya seorang diri. Untuk itu kita harus bisa menjaga hubungan baik dengan setiap orang.
"Persahabatan ada karena sebuah keakraban, sedangkan keakraban muncul ketika ada sikap saling menerima satu sama lain, dan hanya dengan jujur dan bersikap terus teranglah kita akan bisa menerima satu sama lain"
salam sahabat jemau kitau APAU ADAU WAU...!!
FIKRI SENADA "Dalam Sebah Sujud dan Untaian Doa"
Diposting oleh Fikri Senada M, ST on Sabtu, 17 Mei 2014....aku tau Engkau tidak pernah menjanjikan bahwa langit itu selalu biru, bunga selalu mekar dan mentari selalu bersinar. Tapi aku tau bahwa Engkau selalu memberi pelangi disetiap badai itu berlalu...!!
"SALAM JEMAU KITAU SATU"
“Kami mengapresiasi laga sepakbola yang diadakan para pemuda. Semoga ini
dapat melahirkan jiwa sportivitas yang tinggi. Saya juga bahagia bahwa
peserta turnamen sepakbola ini tidak ada yang merokok dan mengkonsumsi
narkoba,” sambut Fikri.
Fikrimengajak pemuda terus meningkatkan semangat berolahraga, karena
dapat menghindarkan dari kegiatan-kegiatan yang tidak bermanfaat, dan
mengajarkan sportivitas tinggi dan bertanggungjawab. Beliau mengajak
melalui liga tingkat perkampungan ini dapat memacu perkembangan
persepakbolaan kampung Halaman untuk lebih maju.
“Mungkin liga-liga kampung seperti yang dilakukan ini akan
mampu melahirkan pemain-pemain sepakbola kelas provinsi atau nasional.
Kita tahu bahwa Bengkulu ini masih kurang atau belum banyak melahirkan pemain-pemain berkelas
nasional,” semangat Fikri
"SALAM JEMAU KITAU SATU"









