Menjadikan Bengkulu Daerah Penghasil Ikan Terbesar di Kawasan SUMBAGSEL BUDIDAYA IKAN MAS ( Cyprinus carpio L )

on Jumat, 19 Februari 2010



















1. SEJARAH SINGKAT

Ikan mas merupakan jenis ikan konsumsi air tawar, berbadan memanjang pipih kesamping dan lunak. Ikan mas sudah dipelihara sejak tahun 475 sebelum masehi di Cina. Di Indonesia ikan mas mulai dipelihara sekitar tahun 1920. Ikan mas yang terdapat di Indonesia merupakan merupakan ikan mas yang dibawa dari Cina, Eropa, Taiwan dan Jepang. Ikan mas Punten dan Majalaya merupakan hasil seleksi di Indonesia. Sampai saat ini sudah terdapat 10 ikan mas yang dapat diidentifikasi berdasarkan karakteristik morfologisnya.

2. SENTRA PERIKANAN

Budidaya ikan mas telah berkembang pesat di kolam biasa, di sawah, waduk, sungai airderas, bahkan ada yang dipelihara dalam keramba di perairan umum. Adapun sentra produksi ikan mas adalah: Ciamis, Sukabumi, Tasikmalaya, Bogor, Garut, Bandung, Cianjur, Purwakarta, sergai, danau toba.

3. JENIS

Dalam ilmu taksonomi hewan, klasifikasi ikan mas adalah sebagai berikut:

  • Kelas : Osteichthyes
  • Anak kelas : Actinopterygii
  • Bangsa : Cypriniformes
  • Suku : Cyprinidae
  • Marga : Cyprinus
  • Jenis : Cyprinus carpio L.

Saat ini ikan mas mempunyai banyak ras atau stain. Perbedaan sifat dan ciri dari ras disebabkan oleh adanya interaksi antara genotipe dan lingkungan kolam, musim dan cara pemeliharaan yang terlihat dari penampilan bentuk fisik, bentuk tubuh dan warnanya. Adapun ciri-ciri dari beberapa strain ikan mas adalah sebagai berikut:

  1. Ikan mas punten: sisik berwarna hijau gelap; potongan badan paling pendek; bagian punggung tinggi melebar; mata agak menonjol; gerakannya gesit; perbandingan antara panjang badan dan tinggi badan antara 2,3:1.

  1. Ikan mas majalaya: sisik berwarna hijau keabu-abuan dengan tepi sisik lebih gelap; punggung tinggi; badannya relatif pendek; gerakannya lamban, bila diberi makanan suka berenang di permukaan air; perbandingan panjang badan dengan tinggi badan antara 3,2:1.

  1. Ikan mas si nyonya: sisik berwarna kuning muda; badan relatif panjang; mata pada ikan muda tidak menonjol, sedangkan ikan dewasa bermata sipit; gerakannya lamban, lebih suka berada di permukaan air; perbandingan panjang badan dengan tinggi badan antara 3,6:1.

  1. Ikan mas taiwan: sisik berwarna hijau kekuning-kuningan; badan relatif panjang; penampang punggung membulat; mata agak menonjol; gerakan lebih gesit dan aktif; perbandingan panjang badan dengan tinggi badan antara 3,5:1.

  1. Ikan mas koi: bentuk badan bulat panjang dan bersisisk penuh; warna sisik bermacam-macam seperti putih, kuning, merah menyala, atau kombinasi dari warna-warna tersebut. Beberapa ras koi adalah long tail Indonesian carp, long tail platinm nishikigoi, platinum nishikigoi, long tail shusui nishikigoi, shusi nishikigoi, kohaku hishikigoi, lonh tail hishikigoi, taishusanshoku nshikigoi dan long tail taishusanshoku nishikigoi. Dari sekian banyak strain ikan mas, di Jawa Barat ikan mas punten kurang berkembang karena diduga orang Jawa Barat lebih menyukai ikan mas yang berbadan relatif panjang. Ikan mas majalaya termasuk jenis unggul yang banyak dibudidayakan.

4. MANFAAT

  • Sebagai sumber penyediaan protein hewani.
  • Sebagai ikan hias.

5. PERSYARATAN LOKASI

  • Tanah yang baik untuk kolam pemeliharaan adalah jenis tanah liat/lempung, tidak berporos. Jenis tanah tersebut dapat menahan massa air yang besar dan tidak bocor sehingga dapat dibuat pematang/dinding kolam.
  • Kemiringan tanah yang baik untuk pembuatan kolam berkisar antara 3-5% untuk memudahkan pengairan kolam secara gravitasi.
  • Ikan mas dapat tumbuh normal, jika lokasi pemeliharaan berada pada ketinggian antara 150-1000 m dpl.
  • Kualitas air untuk pemeliharaan ikan mas harus bersih, tidak terlalu keruh dan tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun, dan minyak/limbah pabrik.
  • Ikan mas dapat berkembang pesat di kolam, sawah, kakaban, dan sungai air deras. Kolam dengan sistem pengairannya yang mengalir sangat baik bagi pertumbuhan dan perkembangan fisik ikan mas. Debit air untuk kolam air tenang 8-15 liter/detik/ha, sedangkan untuk pembesaran di kolam air deras debitnya 100 liter/menit/m³.
  • Keasaman air (pH) yang baik adalah antara 7-8.
  • Suhu air yang baik berkisar antara 20-25°C.

6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

1. Penyiapan Sarana dan Peralatan

1. Kolam

Lokasi kolam dicari yang dekat dengan sumber air dan bebas banjir. Kolam dibangun di lahan yang landai dengan kemiringan 2–5% sehingga memudahkan pengairan kolam secara gravitasi.

· Kolam pemeliharaan induk

Luas kolam tergantung jumlah induk dan intensitas pengelolaannya. Sebagai contoh untuk 100 kg induk memerlukan kolam seluas 500 meter persegi bila hanya mengandalkan pakan alami dan dedak. Sedangkan bila diberi pakan pelet, maka untuk 100 kg induk memerlukan luas 150-200 meter persegi saja. Bentuk kolam sebaiknya persegi panjang dengan dinding bisa ditembok atau kolam tanah dengan dilapisi anyaman bambu bagian dalamnya. Pintu pemasukan air bisa dengan paralon dan dipasang sarinya, sedangkan untuk pengeluaran air sebaiknya berbentuk monik.

· Kolam pemijahan

Tempat pemijahan dapat berupa kolam tanah atau bak tembok. Ukuran/luas kolam pemijahan tergantung jumlah induk yang dipijahkan dengan bentuk kolam empat persegi panjang. Sebagai patokan bahwa untuk 1 ekor induk dengan berat 3 kg memerlukan luas kolam sekitar 18 m² dengan 18 buah ijuk/kakaban. Dasar kolam dibuat miring kearah pembuangan, untuk menjamin agar dasar kolam dapat dikeringkan. Pintu pemasukan bisa dengan pralon dan pengeluarannya bisa juga memakai pralon (kalau ukuran kolam kecil) atau pintu monik. Bentuk kolam penetasan pada dasarnya sama dengan kolam pemijahan dan seringkali juga

untuk penetasan menggunakan kolam pemijahan. Pada kolam penetasan diusahakan agar air yang masuk dapat menyebar ke daerah yang ada telurnya.

· Kolam pendederan

Bentuk kolam pendederan yang baik adalah segi empat. Untuk kegiatan pendederan ini biasanya ada beberapa kolam yaitu pendederan pertama dengan luas 25-500 m 2 dan pendederan lanjutan 500-1000 m 2 per petak. Pemasukan air bisa dengan

pralon dan pengeluaran/ pembuangan dengan pintu berbentuk monik. Dasar kolam dibuatkan kemalir (saluran dasar) dan di dekat pintu pengeluaran dibuat kubangan. Fungsi kemalir adalah tempat berkumpulnya benih saat panen dan kubangan untuk

memudahkan penangkapan benih. dasar kolam dibuat miring ke arah pembuangan. Petak tambahan air yang mempunyai kekeruhan tinggi (air sungai) maka perlu dibuat bak pengendapan dan bak penyaringan.

2. Peralatan

Alat-alat yang biasa digunakan dalam usaha pembenihan ikan mas diantaranya adalah: jala, waring (anco), hapa (kotak dari jaring/kelambu untuk menampung sementara induk maupun benih), seser, emberember, baskom berbagai ukuran, timbangan skala kecil (gram) dan besar (kg), cangkul, arit, pisau serta piring secchi (secchi disc) untuk mengukur kadar kekeruhan. Sedangkan peralatan lain yang digunakan untuk memanen/menangkap ikan mas antara lain adalah warring / scoopnet yang halus, ayakan panglembangan diameter 100 cm, ayakan penandean diameter 5 cm, tempat menyimpan ikan, keramba kemplung, keramba kupyak, fish bus (untuk mengangkut ikan jarak dekat), kekaban (untuk tempat penempelan telur yang bersifat melekat), hapa dari kain tricote (untuk penetasan telur secara terkontrol) atau kadang-kadang untuk penangkapan benih, ayakan penyabetan dari alumunium/bambu, oblok/delok (untuk pengangkut benih), sirib (untuk menangkap benih ukuran 10 cm keatas), anco/hanco (untuk menangkap ikan), lambit dari jaring nilon (untuk menangkap ikan konsumsi), scoopnet (untuk menangkap benih ikan yang berumur satu minggu keatas), seser (gunanya= scoopnet, tetapi ukurannya lebih besar), jaring berbentuk segiempat (untuk menangkap induk ikan atau ikan konsumsi).

3. Persiapan Media

Yang dimaksud dengan persiapan adalah melakukan penyiapan media untuk pemeliharaan ikan, terutama mengenai pengeringan, pemupukan dlsb. Dalam menyiapkan media pemeliharaan ini, yang perlu dilakukan adalah pengeringan kolam selama beberapa hari, lalu dilakukan pengapuran untuk memberantas hama dan ikan-ikan liar sebanyak 25 - 200 gram/meter persegi, diberi pemupukan berupa pupuk buatan, yaitu urea dan TSP masing-masing dengan dosis 50-700 gram/meter persegi, bisa juga ditambahkan pupuk buatan yang berupa urea dan TSP masingmasing dengan dosis 15 gram dan 10 gram/meter persegi.

2. Pembibitan

1. Pemilihan Bibit dan Induk

Usaha pembenihan ikan mas dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu secara tradisional, semi intensif dan secara intensif. Dengan semakin meningkatnya teknologi budidaya ikan, khususnya teknologi pembenihan maka telah dilaksanakan penggunaan induk-induk yang berkualitas baik. Keberhasilan usaha pembenihan tidak lagi banyak bergantung pada kondisi alam namun manusia telah banyak menemukan kemajuan

diantaranya pemijahan dengan hipofisisasi, peningkatan derajat pembuahan telur dengan teknik pembunuhan buatan, penetasan telur secara terkontrol, pengendalian kuantitas dan kualitas air, teknik kultur makanan alami dan pemurnian kualitas induk ikan. Untuk peningkatan produksi benih perlu dilakukan penyeleksian terhadap induk ikan mas.

�� Adapun ciri-ciri induk jantan dan induk betina unggul yang sudah matang untuk dipijah adalah sebagai berikut:

· Betina: umur antara 1,5-2 tahun dengan berat berkisar 2 kg/ekor; Jantan: umur minimum 8 bulan dengan berat berkisar 0,5 kg/ekor.

· Bentuk tubuh secar akeseluruhan mulai dari mulut sampai ujung sirip ekor mulus, sehat, sirip tidak cacat.

· Tutup insan normal tidak tebal dan bila dibuka tidak terdapat bercak putih; panjang kepala minimal 1/3 dari panjang badan; lensa mata tampak jernih.

· Sisik tersusun rapih, cerah tidak kusam.

· Pangkal ekor kuat dan normal dengan panjang panmgkal ekor harus lebih panjang dibandingkan lebar/tebal ekor.

�� Sedangkan ciri-ciri untuk membedakan induk jantan dan induk betina adalah sebagai berikut:

1. Betina

�� Badan bagian perut besar, buncit dan lembek.

�� Gerakan lambat, pada malam hari biasanya loncat loncat.

�� Jika perut distriping mengeluarkan cairan berwarna kuning.

2. Jantan

�� Badan tampak langsing.

�� Gerakan lincah dan gesit.

�� Jika perut distriping mengeluarkan cairan sperma berwarna putih.

2. Sistim Pembenihan/Pemijahan

Saat ini dikenal dua macam sistim pemijahan pada budidaya ikan mas, yaitu

0. Sistim pemijahan tradisional

Dikenal beberapa cara melakukan pemijahan secara tradisional, yaitu:

�� Cara sunda:

1. luas kolam pemijahan 25-30 meter persegi, dasar kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari;

2. disediakan injuk untuk menepelkan telur;

3. setelah proses pemijahan selesai, ijuk dipindah ke kolam penetasan.

�� Cara cimindi:

luas kolam pemijahan 25-30 meter persegi, dasar kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari; kolam pemijahan merupakan kolam penetasan;

1. disediakan injuk untuk menepelkan telur, ijuk dijepit bambu dan diletakkan dipojok kolam dan dibatasi pematang antara dari tanah;

2. setelah proses pemijahan selesai induk dipindahkan ke kolam lain;

3. tujuh hari setelah pemijahan ijuk ini dibuka kemudian sekitar 2-3 minggu setelah itu dapat dipanen benih-benih ikan.

�� Cara rancapaku:

luas kolam pemijahan 25-30 meter persegi, dasar kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari; kolam pemijahan merupakan kolam penetasan, batas pematang antara terbuat dari batu;

1. disediakan rumput kering untuk menepelkan telur, rumput disebar merata di seluruh permukaan air kolam dan dibatasi pematang antara dari tanah;

2. setelah proses pemijahan selesai induk tetap di kolam pemijahan.;

3. setelah benih ikan kuat maka akan berpindah tempat melalui sela bebatuan, setelah 3 minggu maka benih dapat dipanen.

�� Cara sumatera:

luas kolam pemijahan 5 meter persegi, dasar kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari; kolam pemijahan merupakan kolam penetasan;

1. disediakan injuk untuk menepelkan telur, ijuk ditebar di permukaan air;

2. setelah proses pemijahan selesai induk dipindahkan ke kolam lain;

3. setelah benih berumur 5 hari lalu pindahkan ke kolam pendederan.

�� Cara dubish:

luas kolam pemijahan 25-50 meter persegi, dibuat parit keliling dengan lebar 60 cm dalam 35 cm, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari; kolam pemijahan merupakan kolam penetasan;

1. sebagai media penempel telur digunakan tanaman hidup seperti Cynodon dactylon setinggi 40 cm;

2. setelah proses pemijahan selesai induk dipindahkan ke kolam lain;

3. setelah benih berumur 5 hari lalu pindahkan ke kolam pendederan.

�� Cara hofer:

sama seperti cara dubish hanya tidak ada parit dan tanaman Cynodon dactylon dipasang di depan pintu pemasukan air.

1. Sistim kawin suntik

Pada sisitim ini induk baik jantan maupun betina yang matang bertelur dirangsang untuk memijah setelah penyuntikan ekstrak kelenjar hyphofise ke dalam tubuh ikan. Kelenjar hyphofise diperoleh dari kepala ikan donor (berada dilekukan tulang tengkorak di bawah otak besar). Setelah suntikan dilakukan dua kali, dalam tempo 6 jam induk akan terangsang melakukan pemijahan. Sistim ini memerlukan biaya yang tinggi, sarana yang lengkap dan perawatan yang intensif.

3. Pembenihan/Pemijahan

Hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan pemijahan ikan mas:

Dasar kolam tidak berlumpur, tidak bercadas.

1. Air tidak terlalu keruh; kadar oksigen dalam air cukup; debit air cukup; dan suhu berkisar 25 derajat C.

2. Diperlukan bahan penempel telur seperti ijuk atau tanaman air.

3. Jumlah induk yang disebar tergantung dari luas kolam, sebagai patokan seekor induk berat 1 kg memerlukan kolam seluas 5 meter persegi.

4. Pemberian makanan dengan kandungan protein 25%. Untuk pellet diberikan secara teratur 2 kali sehari (pagi dan sore hari) dengan takaran 2-4% dari jumlah berat induk ikan.

4. Pemeliharaan Bibit/Pendederan

Pendederan atau pemeliharaan anak ikan mas dilakukan setelah telurtelur hasil pemijahan menetas. Kegiatan ini dilakukan pada kolam pendederan (luas 200-500 meter persegi) yang sudah siap menerima anak ikan dimana kolam tersebut dikeringkan terlebih dahulu serta dibersihkan dari ikan-ikan liar. Kolam diberi kapur dan dipupuk sesuai ketentuan. Begitu pula dengan pemberian pakan untuk bibit diseuaikan dengan ketentuan. Pendederan ikan mas dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu:

0. Tahap I: umur benih yang disebar sekitar 5-7 hari(ukuran1-1,5 cm); jumlah benih yang disebar=100-200 ekor/meter persegi; lama pemeliharaan 1 bulan; ukuran benih menjadi 2-3 cm.

· Tahap II: umur benih setelah tahap I selesai; jumlah benih yang disebar=50-75 ekor/meter persegi; lama pemeliharaan 1 bulan; ukuran benih menjadi 3-5 cm.

· Tahap III: umur benih setelah tahap II selesai; jumlah benih yang disebar=25-50 ekor/meter persegi; lama pemeliharaan 1 bulan; ukuran benih menjadi 5-8 cm; perlu penambahan makanan berupa dedak halus 3-5% dari jumlah bobot benih.

· Tahap IV: umur benih setelah tahap III selesai; jumlah benih yang disebar=3-5 ekor/meter persegi; lama pemeliharaan 1 bulan; ukuran benih menjadi 8-12 cm; perlu penambahan makanan berupa dedak halus 3-5% dari jumlah bobot benih.

5. Perlakuan dan Perawatan Bibit

Apabila benih belum mencapai ukuran 100 gram, maka benih diberi pakan pelet 2 mm sebanyak 3 kali bobot total benih yang diberikan 4 kali sehari selama 3 minggu.

3. Pemeliharaan Pembesaran

Pemeliharaan pembesaran dapat dilakukan secara polikultur maupun monokultur.

1. Polikultur

· ikan mas 50%, ikan tawes 20%, dan mujair 30%, atau

· ikan mas 50%, ikan gurame 20% dan ikan mujair 30%.

2. Monokultur

Pemeliharaan sistem ini merupakan pemeliharaan terbaik dibandingkan dengan polikultur dan pada sistem ini dilakukan pemisahan antara induk jantan dan betina.

4. Pemupukan

Pemupukan dengan kotoran kandang (ayam) sebanyak 250-500 gram/m 2 , TSP 10 gram/m 2 , Urea 10 gram/m 2 , kapur 25-100 gram/m 2 . Setelah itu kolam diisi air 39\0-40 cm. Biarkan 5-7 hari. Dua hari setelah pengisian air, kolam disemprot dengan insektisida organophosphat seperti Sumithion 60 EC, Basudin 60 EC dengan dosis 2-4 ppm. Tujuannya untuk memberantas serangga dan udang-udangan yang memangsa rotifera. Setelah 7 hari kemudian, air ditinggikan sekitar 60 cm. Padat penebaran ikan tergantung pemeliharaannya. Jika hanya mengandalkan pakan alami dan dedak, maka padat penebaran adalah 100-200 ekor/m 2 , sedangkan bila diberi pakan pellet, maka penebaran adalah 300-400 ekor/m 2 (benih lepas hapa). Penebaran dilakukan pada pagi/sore hari saat suhu rendah.

1. Pemberian Pakan

Dalam pembenihan secara intensif biasanya diutamakan pemberian pakan buatan. Pakan yang berkualitas baik mengandung zat-zat makanan yang cukup, yaitu protein yang mengandung asam amino esensial, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral. Perawatan larva dalam hapa sekitar 4-5 hari. Setelah larva tidak menempel pada kakaban (3-4 hari kemudian) kakaban diangkat dan dibersihkan. Pemberian pakan untuk larva, 1 butir kuning telur rebus untuk 100.000 ekor/hari. Caranya kuning telur dibuat suspensi (1/4 liter air untuk 1 butir), kuning telur diremas dalam kain kemudian diberikan pada benih, perawatan 5-7 hari.

2. Pemeliharaan Kolam/Tambak

Dalam hal pemeliharaan ikan mas yang tidak boleh terabaikan adalah menjaga kondisi perairan agar kualitas air cukup stabil dan bersih serta tidak tercemari/teracuni oleh zat beracun.

7. HAMA DAN PENYAKIT

1. Hama

1. Bebeasan (Notonecta)

Berbahaya bagi benih karena sengatannya. Pengendalian: menuangkan minyak tanah ke permukaan air 500 cc/100 meter persegi.

2. Ucrit (Larva cybister)

Menjepit badan ikan dengan taringnya hingga robek. Pengendalian: sulit diberantas; hindari bahan organik menumpuk di sekitar kolam.

3. Kodok

Makan telur telur ikan. Pengendalian: sering membuang telur yang mengapung; menagkap dan membuang hidup-hidup.

4. Ular

Menyerang benih dan ikan kecil. Pengendalian: lakukan penangkapan; pemagaran kolam.

5. Lingsang

Memakan ikan pada malam hari. Pengendalian:pasang jebakan berumpun.

6. Burung

Memakan benih yang berwarna menyala seperti merah, kuning. Pengendalian: diberi penghalang bambu agar supaya sulit menerkam; diberi rumbai-rumbai atau tali penghalang.

7. Ikan gabus

Memangsa ikan kecil. Pengendalian:pintu masukan air diberi saringan atau dibuat bak filter.

8. Belut dan kepiting

Pengendalian: lakukan penangkapan.

2. Penyakit

1. Bintik merah (White spot)

Gejala: pada bagian tubuh (kepala, insang, sirip) tampak bintik-bintik putih, pada infeksi berat terlihat jelas lapisan putih, menggosok-gosokkan badannya pada benda yang ada disekitarnya dan berenang sangat lemah serta sering muncul di permukaan air. Pengendalian: direndam dalam larutan Methylene blue 1% (1 gram dalam 100 cc air) larutan ini diambil 2-4 cc dicampur 4 liter air selama 24 jam dan Direndam dalam garam dapur NaCl selama 10 menit, dosis 1-3 gram/100 cc air.

2. Bengkak insang dan badan ( Myxosporesis)

Gejala: tutup insang selalu terbuka oleh bintik kemerahan, bagian punggung terjadi pendarahan. Pengendalian; pengeringan kolam secara total, ditabur kapur tohon 200 gram/m 2 , biarkan selama 1-2 minggu.

3. Cacing insang, sirip, kulit (Dactypogyrus dan girodactylogyrus)

Gejala: ikan tampak kurus, sisik kusam, sirip ekor kadang-kadang rontok, ikan menggosok-gosokkan badannya pada benda keras disekitarnya, terjadi pendarahan dan menebal pada insang.

Pengendalian:

1. direndan dalam larutan formalin 250 gram/m3 selama 15 menit dan direndam dalam Methylene blue 3 gram/m3 selama 24 jam;

2. hindari penebaran ikan yang berlebihan.

4. Kutu ikan (argulosis)

Gejala: benih dan induk menjadi kurus, karena dihisap darahnya. Bagian

kulit, sirip dan insang terlihat jelas adanya bercak merah (hemorrtage).

Pengendalian:

1. ikan yang terinfeksi direndan dalam garam dapur 20 gram/liter air selama 15 menit dan direndam larutan PK 10 ppm (10 ml/m3) selama 30 menit;

2. dengan pengeringan kolam hingga retak-retak.

5. Jamur (Saprolegniasis)

Menyerang bagian kepala, tutup insang, sirip dan bagian yang lainnya. Gejala: tubuh yang diserang tampak seperti kapas. Telur yang terserang jamur, terlihat benang halus seperti kapas.

Pengendalian: direndam dalam larutan Malactile green oxalat (MGO) dosis 3 gram/m3 selama 30 menit; telur yang terserang direndam dengan MGO 2-3 gram/m3 selama 1 jam.

6. Gatal (Trichodiniasis)

Menyerang benih ikan.

Gejala: gerakan lamban; suka menggosok-gosokan badan pada sisi kolam/aquarium.

Pengendalian: rendam selam 15 menit dalam larutan formalin 150-200 ppm.

7. Bakteri psedomonas flurescens

Penyakit yang sangat ganas.

Gejala: pendarahan dan bobok pada kulit; sirip ekor terkikis.

Pengendalian: pemberian pakan yang dicampur oxytetracycline 25-30 mg/kg ikan atau sulafamerazine 200mg/kg ikan selama 7 hari berturutturut.

8. Bakteri aeromonas punctata

Penyakit yang sangat ganas.

Gejala: warna badan suram, tidak cerah; kulit kesat dan melepuh; cara bernafas mengap-mengap; kantong empedu gembung; pendarahan dalam organ hati dan ginjal.

Pengendalian: penyuntikan chloramphenicol 10-15 mg/kg ikan atau streptomycin 80-100 mg/kg ikan; pakan dicampur terramicine 50 mg/kg ikan selama 7 hari berturut-turut.

Secara umum hal-hal yang dilakukan untuk dapat mencegah timbulnya penyakit dan hama pada budidaya ikan mas:

1. Pengeringan dasar kolam secara teratur setiap selesai panen.

2. Pemeliharaan ikan yang benar-benar bebas penyakit.

3. Hindari penebaran ikan secara berlebihan melebihi kapasitas.

4. Sistem pemasukan air yang ideal adalah paralel, tiap kolam diberi satu pintu pemasukan air.

5. Pemberian pakan cukup, baik kualitas maupun kuantitasnya.

6. Penanganan saat panen atau pemindahan benih hendaknya dilakukan secara hati-hati dan benar.

7. Binatang seperti burung, siput, ikan seribu (lebistus reticulatus peters) sebagai pembawa penyakit jangan dibiarkan masuk ke areal perkolaman.

8. PANEN

1. Pemanenan Benih

Sebelum dilakukan pemanenan benih ikan, terlebih dahulu dipersiapkan alat-alat tangkap dan sarana perlengkapannya. Beberapa alat tangkap dan sarana yang disiapkan diantaranya keramba, ember biasa, ember lebar, seser halus sebagai alat tangkap benih, jaring atau hapa sebagai penyimpanan benih sementara, saringan yang digunakan untuk mengeluarkan air dari kolam agar benih ikan tidak terbawa arus, dan bak-bak penampungan yang berisi air bersih untuk penyimpanan benih hasil panen. Panen benih ikan dimulai pagi-pagi, yaitu antara jam 04.00–05.00 pagi dan sebaiknya berakhir tidak lebih dari jam 09.00 pagi. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari terik matahari yang dapat mengganggu benih ikan kesehatan tersebut. Pemanenan dilakukan mula-mula dengan menyurutkan air kolam pendederan sekitar pkul 04.00 atau 05.00 pagi secara perlahan-lahan agar ikan tidak stres akibat tekanan air yang berubah secara mendadak. Setelah air surut benih mulai ditangkap dengan seser halus atau jaring dan ditampung dalam ember atau keramba. Benih dapat dipanen setelah dipelihara selama 21 hari. Panenan yang dapat diperoleh dapat mencapai 70-80% dengan ukuran benih antara 8-12 cm.

2. Cara Perhitungan

Benih Untuk mengetahui benih ikan hasil panenan yang disimpan dalam bak penyimpanan maka sebelum dijual, terlebih dahulu dihitung jumlahnya. Cara menghitung benih umumnya dengan memakai takaran, yaitu dengan menggunakan sendok untuk larva dan kebul, cawan untuk menghitung putihan, dan dihitung per ekor untuk benih ukuran glondongan. Penghitungan benih biasanya dengan cara:

1. Penghitungan dengan sendok.

2. Penghitungan dengan mangkok.

3. Pembersihan

Pada umumnya, dasar kolam pendederan sudah dirancang miring dan adavsaluran di tengah kolam, selain itu pada dasar kolam tersebut ada bagian yanglebih dalam dengan ukuran 1-2 meter persegi sehingga ketika air menyurut, maka benih ikan akan mengumpul di bagian kolam yang dalam tersebut. Benih ikan lalu ditangkap sampai habis dan tidak ada yang ketinggalan dalam kolam. Benih ikan tersebut semuanya disimpan dalam bak-bak penampungan yang telah disiapkan.

4. Pemanenan Hasil Pembesaran

Untuk menangkap/memanen ikan hasil pembesaran umumnya dilakukan panen total. Umur ikan mas yang dipanen berkisar antara 3-4 bulan dengan berat berkisar antara 400-600 gram/ekor. Panen total dilakukan dengan cara mengeringkan kolam, hingga ketinggian air tinggal 10-20 cm. Petak pemanenan / petak penangkapan dibuat seluas 2 meter persegi di depan pintu pengeluaran (monnik), sehingga memudahkan dalam penangkapan ikan. Pemanenan dilakukan pagi hari saat keadaan tidak panas dengan menggunakan waring atau scoopnet yang halus. Lakukan pemanenan secepatnya dan hati-hati untuk menghindari lukanya ikan.

9. PASCAPANEN

Penanganan pascapanen ikan mas dapat dilakukan dengan cara penanganan ikan hidup maupun ikan segar.

1. Penanganan ikan hidup

Adakalanya ikan konsumsi ini akan lebih mahal harganya bila dijual dalam keadaan hidup. Hal yang perlu diperhatikan agar ikan tersebut sampai ke konsumen dalam keadaan hidup, segar dan sehat antara lain:

1. Dalam pengangkutan gunakan air yang bersuhu rendah sekitar 20 derajat C.

2. Waktu pengangkutan hendaknya pada pagi hari atau sore hari.

3. Jumlah kepadatan ikan dalam alat pengangkutan tidak terlalu padat.

2. Penanganan ikan segar

Ikan segar mas merupakan produk yang cepat turun kualitasnya. Hal yang perlu diperhatikan untuk mempertahankan kesegaran antara lain:

1. Penangkapan harus dilakukan hati-hati agar ikan-ikan tidak luka.

2. Sebelum dikemas, ikan harus dicuci agar bersih dan lendir.

3. Wadah pengangkut harus bersih dan tertutup. Untuk pengangkutan jarak dekat (2 jam perjalanan), dapat digunakan keranjang yang dilapisi dengan daun pisang/plastik. Untuk pengangkutan jarak jauh digunakan kotak dan seng atau fiberglass. Kapasitas kotak maksimum 50 kg dengan tinggi kotak maksimum 50 cm.

4. Ikan diletakkan di dalam wadah yang diberi es dengan suhu 6-7 derajat C. Gunakan es berupa potongan kecil-kecil (es curai) dengan erbandingan jumlah es dan ikan=1:1. Dasar kotak dilapisi es setebal 4-5 cm. Kemudian ikan disusun di atas lapisan es ini setebal 5-10 cm, lalu disusul lapisan es lagi dan seterusnya. Antara ikan dengan dinding kotak diberi es, demikian juga antara ikan dengan penutup kotak.

3. Sedangkan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pananganan benih adala sebagai berikut:

1. Benih ikan harus dipilih yang sehat yaitu bebas dari penyakit, parasit dan tidak cacat. Setelah itu, benih ikan baru dimasukkan ke dalam kantong plastik (sistem tertutup) atau keramba (sistem terbuka).

2. Air yang dipakai media pengangkutan harus bersih, sehat, bebas hama dan penyakit serta bahan organik lainya. Sebagai contoh dapat digunakan air sumur yang telah diaerasi semalam.

3. Sebelum diangkut benih ikan harus diberok dahulu selama beberapa hari. Gunakan tempat pemberokan berupa bak yang berisi air bersih dan dengan aerasi yang baik. Bak pemberokan dapat dibuat dengan ukuran 1 m x 1 m atau 2 m x 0,5 m. Dengan ukuran tersebut, bak pemberokan dapat menampung benih ikan mas sejumlah 5000–6000 ekor dengan ukuran 3-5 cm. Jumlah benih dalam pemberokan harus disesuaikan dengan ukuran benihnya.

4. Berdasarkan lama/jarak pengiriman, sistem pengangkutan benih terbagi menjadi dua bagian, yaitu:

�� Sistem terbuka

Dilakukan untuk mengangkut benih dalam jarak dekat atau tidak memerlukan waktu yang lama. Alat pengangkut berupa keramba. Setiap keramba dapat diisi air bersih 15 liter dan dapat untuk mengangkut sekitar 5000 ekor benih ukuran 3-5 cm.

�� Sistem tertutup

Dilakukan untuk pengangkutan benih jarak jauh yang memerlukan waktu lebih dari 4-5 jam, menggunakan kantong plastik. Volume media pengangkutan terdiri dari air bersih 5 liter yang diberi buffer Na2(hpo)4.H2O sebanyak 9 gram.

Cara pengemasan benih ikan yang diangkut dengan kantong plastik:

1. masukkan air bersih ke dalam kantong plastik kemudian benih;

2. hilangkan udara dengan menekan kantong plastik ke permukaan air;

3. alirkan oksigen dari tabung dialirkan ke kantong plastic sebanyak 2/3 volume keseluruhan rongga (air:oksigen=1:2);

4. kantong plastik lalu diikat.

5. kantong plastik dimasukkan ke dalam dos dengan posisi membujur atau ditidurkan. Dos yang berukuran panjang 0,50 m, lebar 0,35 m, dan tinggi 0,50 m dapat diisi 2 buah kantong plastik.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan setelah benih sampai di tempat tujuan adalah sebagai berikut:

1. Siapkan larutan tetrasiklin 25 ppm dalam waskom (1 kapsul tertasiklin dalam 10 liter air bersih).

2. Buka kantong plastik, tambahkan air bersih yang berasal dari kolam setempat sedikit demi sedikit agar perubahan suhu air dalam kantong plastik terjadi perlahan-lahan.

3. Pindahkan benih ikan ke waskom yang berisi larutan tetrasiklin selama 1- 2 menit.

4. Masukan benih ikan ke dalam bak pemberokan. Dalam bak pemberokan benih ikan diberi pakan secukupnya. Selain itu, dilakukan pengobatan dengan tetrasiklin 25 ppm selama 3 har berturut-turut. Selain tetrsikli dapat juga digunakan obat lain seperti KMNO4 sebanyak 20 ppm atau formalin sebanyak 4% selama 3-5 menit.

5. Setelah 1 minggu dikarantina, tebar benih ikan di kolam budidaya.

10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA

1. Analisis Usaha Budidaya

Analisis budidaya ikan mas koki dengan luas lahan 70 m 2 (kapasitas 1000 ekor) selama 7 bulan pada tahun 1999 di daerah Jawa Barat.

1. Biaya produksi

1. Sewa dan pembuatan kolam Rp. 1.500.000,-

2. Benih ikan 1.000 ekor, @ Rp.100,- Rp. 100.000,-

3. Pakan

�� Cacing rambut 150 kg @ Rp. 1.500,- Rp. 225.000,-

�� Pelet udang 10 kg @ Rp. 9.500,- Rp. 95.000,-

�� Tepung jagung 50 kg @ Rp. 1.500,- Rp. 75.000,-

�� Ganti air 7 bulan x 4 x2 @ Rp. 5.000,- Rp. 140.000,-

�� Tenaga kerja 28 minggu @ Rp.10.000,- Rp. 280.000,-

�� Obat-oabatan Rp. 10.000,-

4. Peralatan Rp. 50.000,-

5. Lain-lain Rp. 150.000,-

Jumlah biaya produksi Rp. 2.625.000,-

2. Pendapatan

1. Panen I (2 bulan) 400 ekor @ Rp.1.000,- Rp. 400.000,-

2. Panen II (4 bulan) 250 ekor @ Rp. 3.000,- Rp. 750.000,-

3. Panen III ( 2 bulan) 250 ekor @ Rp. 10.000,- Rp. 2.500.000,-

Jumlah pendapatan Rp. 3.650.000,-

3. Keuntungan dalam 7 bulan Rp. 1.025.000,- --> Keuntungan per bulan Rp. 146.425,-

4. Parameter kelayakan usaha : B/C ratio 1,39

2. Gambaran Peluang Agribisnis

Dengan adanya luas perairan umum di Indonesia yang terdiri dari sungai, rawa, danau alam dan buatan seluas hampir mendekati 13 juta ha merupakan potensi alam yang sangat baik bagi pengembangan usaha perikanan di Indonesia. Disamping itu banyak potensi pendukung lainnya yang dilaksanakan oleh pemerintah dan swasta dalam hal permodalan, program penelitian dalam hal pembenihan, penanganan penyakit dan hama dan penanganan pasca panen, penanganan budidaya serta adanya kemudahan dalam hal periizinan import. Walaupun permintaan di tingkal pasaran lokal akan ikan mas dan ikan air tawar lainnya selalu mengalami pasang surut, namun dilihat dari jumlah hasil penjualan secara rata-rata selalu mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Apabila pasaran lokal ikan mas mengalami kelesuan, maka akan sangat berpengaruh terhadap harga jual baik di tingkat petani maupun di tingkat grosir di pasar ikan. Selain itu penjualan benih ikan mas boleh dikatakan hampir tak ada masalah, prospeknya cukup baik. Selain adanya potensi pendukung dan faktor permintaan komoditi perikanan untuk pasaran lokal, maka sektor perikanan merupakan salah satu peluang usaha bisnis yang cerah.

11. DAFTAR PUSTAKA

1. DAMANA, Rahman. 1990. Pembenihan Ikan Mas Secara Intensif dalam Sinar Tani. 2 ,Juni 1990 hal. 2

2. GUNAWAN. Mengenal Cara Pemijahan Ikan Mas dalam Sinar Tani. 27 Agustus 1988 hal. 5

3. RUKMANA, Rahmat. 1991. Budidaya Ikan Mas, Untungnya Bagai Menabung Emas dalam Sinar Tani. 13 Februari 1991 hal. 5

4. RUKMANA, Rahmat. 1992. Prospek Usaha Ikan Mas Menggiurkan Dan Menguntungkan dalam Suara Karya. 18 Februari 1992 hal. 7

5. SANTOSO, Budi. 1993. Petunjuk praktis : Budidaya ikan mas. Yogyakarta : Kanisius.

6. SUMANTADINATA, Komar. 1981. Pengembangbiakan ikan-ikan peliharaan di Indonesia Jakarta : Sastra Hudaya.

7. SUSENO, Djoko. 1999. Pengelolaan usaha pembenihan ikan mas, cet. :7. Jakarta : Penebar Swadaya.

12. SARAN DAN PENUTUP

Tulisan ini hanya sekedar informasi awal dari saya (FIKRI SENADA M, ST) untuk memberikan pencerahan kepada kita semua, betapa sebenarnya Provinsi Bengkulu mampu menjadi daerah penghasil ikan terbesar di kawasan Sumatera Bagian Selatan. Potensi yang dimiliki daerah kita sungguh luar biasa, oleh karenanya potensi ini tidak akan dapat bergerak untuk menjadi sebuah bidang usaha rakyat jika kita semua tidak memulai dan tidak mencoba untuk menggerakkan stakeholder yang ada di daerah kita. Dukungan pemerintah daerah adalah langkah kongkrit untuk pemberdayaan masyarakat daerah untuk dapat berkembang dan maju serta sejahterah kehidupannya. Memberikan bantuan dalam bentuk pinjaman dan membina masyarakat dengan mendirikan koperasi serta kelompak tani perikanan, adalah sebuah langkah baik untuk memberdayakan potensi masyarakat secara menyeluruh.

Semoga apa yang kita cita-citakan ini mendapat Ridho dan Karunia dari Allah SWT, amin.

”menuju Bengkulu yang Unggul, Maju dan Terpandang”

Hormat Kami,

FIKRI SENADA M, ST

Bersama Putra Asli BENGKULU, Sahabat Semua SUKU : ayo… Benahi BENGKULU, perbaiki CITRA..

SAATNYA MASYARAKAT BENGKULU GUNAKAN KOTORAN TERNAK MENJADI BIOGAS

on Rabu, 03 Februari 2010









Biogas atau sering pula disebut gas bio yang merupakan gas yang terkandung jika bahan-bahan organik, seperti kotoran ternak, kotoran manusia atau sampah. Bahan ini biasanya direndam dalam air dan disimpan dalam tempat tertutup atau Anaerob (tanpa oksigen dari udara).
Biogas merupakan campuran yang dihasilkan oleh bakteri Metanogqenik, yang dapat terurai secara alami dalam kondisi Anaerob.
Proses biogas dapat terjadi pada kondisi alami. Namun untuk mempercepat dan menampung gas itu diperlukan alat yang memenuhi syarat. Jika kotoran ternak yang telah dicampur air atau isian (slurry) dimasukkan ke dalam alat pembuat biogas dan akan terjadi proses pembusukan dengan dua tahap yakni, proses aerobik dan proses anaerobik.
Diuraikan lagi, bahwa proses yang pertama diperlukan oksigen, dan hasil prosesnya adalah karbondioksida (CO2). Dan proses ini berakhir setelah oksigen di dalam alat habis. Selanjutnya proses pembusukan berlanjut dengan tahap kedua (proses anaerobik) dan pada proses ini menghasilkan biogas. Dengan demikian untuk menjamin terjadinya biogas, alat harus tertutup rapat agar tidak berhubungan dengan udara luar supaya kondisi hampa udara.
Dengan itu, biogas yang terbentuk dapat dijadikan bahan bakar karena mengandung gas Methan (CH) dalam persentase yang cukup tinggi. Adapun komponen biogas yang selengkapnya berupa, Methan (CH) dengan jumlah 50-70 persen, Karbon dioksida (CO2) dengan jumlah 27-45 persen, Nitrogen (N) dengan jumlah 0,5-3 persen, Karbon Monoksida (CO) dengan jumlah 0,1 persen, Oksigen (O2) dengan jumlah 0,1 persen dan Hidrogen Sulfida (H2S) hanya sedikit.
Walaupun proses kimia terbentuknya gas cukup rumit, tetapi cara menghasilkannya tidak sulit seperti proses pembentukannya. Dengan teknologi yang cukup sederhana ini sangat tepat dikembangkan di pedesaan karena selain teknologinya mudah dan bahan bakunya cukup tersedia. Teknologi ini sangat cocok dikembangkan di daerah pedesaan yang banyak peternakan karena berpotensi sebagai penghasil kotoran ternak.
Keuntungan yang diperolah dari penggunaan kotoran ternak sebagai penghasil biogas yakni, dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap penggunaan minyak yang jumlahnya terbatas dan harganya cukup mahal. Selain itu, masyarakat yang bermukim pada posisi di sekitar hutan dapat mengurangi penebangan kayu sebagai bahan bakar, diharapkan dapat mengurangi penebangan hutan sehingga kelestarian hutan lebih terjaga.
Lebih lanjut lagi dikatakan, teknologi itu dapat mengurangi pencemaran lingkungan karena kotorang yang semula hanya mencemari lingkungan digunakan untuk sesuatu yang bermanfaat. Dengan demikian kebersihan lingkungan dapat terjaga. Selain menghasilkan energi, buangan (sludge) dari alat penghasil biogas itu juga dapat digunakan sebagai pupuk yang baik.
Sebelum merencanakan untuk membuat alat penghasil biogas, diperlukan ketersediaan kotoran ternak dan suhu udara yang sesuai. Di daerah yang banyak peternakan diperlukan seperti kotoran sapi sebanyak 200 kg atau sekitar 8 ember berukuran 22 liter untuk pengisian awal. Setelah sebulan, kemudian gas pertama dihasilkan dibutuhkan kotoran ternak perharinya 15 kg.

USAHA BUDIDAYA PEMBESARAN IKAN NILA

on Minggu, 31 Januari 2010



PENDAHULUAN
Bengkulu merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki potensi perikanan yang luar biasa, tidak hanya memiliki laut, Bengkulu juga merupakan daerah banyak terdapat aliran sungai air deras. Sungai air deras dapat menjadi sumber air untuk budi daya perikanan air tawar / kolam. Hampir semua kabupaten di Bengkulu memiliki sungai yang dapat diberdayakan untuk perikanan. Pantas jika saya (Fikri Senada M, ST) memandang bahwa potensi yang luar biasa ini harus kita berdayakan bersama pemerintah daerah kedepan. Menjadikan provinsi Bengkulu daerah penghasil ikan terbesar di kawasan Sumatera Bagian Selatan.
1. Peran Perikanan Budidaya di Indonesia
Perikanan Budidaya di Indonesia merupakan salah satu komponen yang penting di sektor perikanan. Hal ini berkaitan dengan perannya dalam menunjang persediaan pangan nasional, penciptaan pendapatan dan lapangan kerja serta mendatangkan penerimaan negara dari ekspor. Perikanan budidaya juga berperan dalam mengurangi beban sumber daya laut. Di samping itu perikanan budidaya dianggap sebagai sektor penting untuk mendukung perkembangan ekonomi pedesaan.
Besarnya kontribusi perikanan budidaya dan penangkapan ikan air tawar terhadap total produksi ikan nasional sebesar 29,1%. Total produksi perikanan budidaya meningkat 20,14% per tahun dari 1.076.750 ton pada tahun 2001 menjadi 2.163.674 ton di tahun 2005. Peningkatan ini merupakan dampak dari inovasi teknologi, pertambahan areal dan ketersediaan benih ikan yang berkualitas. Pada tahun 2005, total produksi nasional dari budidaya ikan sebesar 2,16 juta ton (Made L. Nurjana).
2. Perkembangan Perikanan Budidaya Air Tawar
Menurut Made L. Nurjana (2006), perikanan budidaya air tawar dimulai sejak jaman penjajahan Belanda dengan penebaran benih ikan karper/ikan mas (Cyprinus carpio) di kolam halaman rumah di Jawa Barat, pada pertengahan abad 19. Praktek perikanan budidaya ini kemudian menyebar ke bagian lain Pulau Jawa, pada awal abad 20. Namun demikian baru pada akhir 1970 an terjadi peningkatan produksi yang luar biasa dari budidaya ikan air tawar. Adanya pengenalan teknologi baru dalam perikanan memberikan kontribusi pada ketersediaan benih yang dihasilkan dan perkembangan pakan ikan. Spesies yang umum dibudidayakan adalah ikan karper/ikan mas (Cyprinus carpio), ikan nila (Oreochromis niloticus) dan gurami (Osphronemus goramy).
Areal potensial untuk perikanan budidaya (Tabel 1.1) terdiri dari kolam, sawah (mina padi) dan perairan umum. Perikanan budidaya di perairan umum meliputi karamba dan kolam. Perairan umum yang cocok untuk budidaya ikan berupa sungai, danau, waduk dan lain-lain. Kegiatan budidaya ikan yang dilakukan di perairan umum haruslah ramah lingkungan, produktif dan mempertimbangkan pemakaian lainnya. Berdasarkan pertimbangan ini diperkirakan sekitar 1,5% (158.200 hektar) dari perairan umum di Indonesia cocok untuk kegiatan perikanan budidaya.
Tabel 1.1
Areal Potensial untuk Budidaya Ikan Air Tawar di Indonesia
No Jenis Potensi Budidaya Luas (Ha)
1 Kolam air tawar 526.400
2 Perairan umum 158.200
3 Sawah 1.545.900
Total 2.220.500
Sumber : Hasil Survei Ditjen Perikanan, 1998
3, Budidaya Ikan Nila dan Prospeknya
Ikan nila merupakan salah satu komoditas penting perikanan budidaya air tawar di Indonesia, maka hal demikian dapat kita lakukan di Bumi Bengkulu. Ikan ini sebenarnya bukan asli perairan Indonesia, melainkan ikan introduksi yang berasal dari Afrika (Khairuman dan Khairul Amri, 2006). Menurut sejarahnya, ikan nila pertama kali didatangkan dari Taiwan ke Balai Penelitian Perikanan Air Tawar, Bogor pada tahun 1969. Setahun kemudian ikan ini mulai disebarkan ke beberapa daerah. Pemberian nama nila berdasarkan ketetapan Direktur Jenderal Perikanan tahun 1972. Nama tersebut diambil dari nama spesies ikan ini, yakni nilotica yang kemudian diubah menjadi nila. Para pakar perikanan memutuskan bahwa nama ilmiah yang tepat untuk ikan nila adalah Oreochromis niloticus atau Oreochromis sp.
Budidaya ikan nila disukai karena ikan nila mudah dipelihara, laju pertumbuhan dan perkembangbiakannya cepat, serta tahan terhadap gangguan hama dan penyakit. Selain dipelihara di kolam biasa seperti yang umum dilakukan, ikan nila juga dapat dibudidayakan di media lain seperti kolam air deras, kantung jaring apung, karamba, sawah, bahkan dalam tambak (air payau) sekalipun.


Oreochromis Niloticus (Oreochromis sp).
Salah satu daerah yang potensial untuk budidaya ikan nila di Indonesia adalah Provinsi Bengkulu, khusunya Kabupaten Kaur, Kabupaten Bengkulu Selatan, Kabupaten Seluma, Kabupaten Bengkulu Tengah, Kabupaten Bengkulu Utara dan Kabupaten Muko muko. Bahkan kita akan mampu menjadikan ikan nila merupakan komoditas unggulah Bengkulu. Ini mengingat ikan nila selain untuk konsumsi lokal juga merupakan komoditas ekspor terutama ke Amerika Serikat dalam bentuk fillet (daging tanpa tulang dan kulit).
Budidaya ikan nila di wilayah Bengkulu Selatan seama ini, dilakukan di lahan kolam maupun lahan non-kolam berupa sawah. Padahl Bengkulu Selatan banyak terdapat perairan umum seperti rawa/waduk, sungai dan genangan air lainnya. Sementara itu luas lahan kolam di Kabupaten-kabupaten di Bengkulu yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan perikanan cukup luas. Namun demikian, mengingat kedalaman air dan debit air yang terbatas dan cenderung berfluktuasi, maka hanya sebagian kecil saja yang bisa dimanfaatkan untuk budidaya ikan. Sedangkan lahan non-kolam yang kini telah dimanfaatkan untuk budidaya ikan antara lain adalah sawah (mina padi), sedangkan rawa/waduk (karamba dan jaring tancap), dan perairan umumbelum tersentuh sama sekali. Sumber air utama untuk memenuhi kebutuhan air kolam adalah berupa sungai dan mata air (umbul).
SARAN
Dengan besarnya potensi budidaya perikanan yang ada di Provinsi Bengkulu ini, maka dipandang perlu kita melakukan tindakan nyata di Bumi Bengkulu untuk MENJADIKAN BENGKULU DAERAH PENGHASIL IKAN TERBESAR DI KAWASAN SUMATERA BAGIAN SELATAN, peran aktif kita semua mulai dari Pemerintahan Provinsi, Pemerintahan Kabupaten dan instansi terkait untuk mendorong masyarakat agar dapat menjadikan budidaya ikan sebagai usaha yang bisa memberikan penghidupan yang layak bagi masyarakat pedesaan di provinsi Bengkulu.
Hal ini tidak akan dapat terwujud dengan baik dan nyata tanpa peran aktif dan dukungan penuh pemerintah daerah. Masyarakat harus digiatkan dengan membentuk kelompok tani ikan dan koperasi-koperasi perikanan yang bisa menjadi wadah bagi masyarakat petani ikan menyalurkan hasil budidayanya.
Melalui program pemberdayaan usaha kecil dan menengah serta pinjaman modal atau subsidi bagi masyarakat petani, maka insyaAllah apa yg kita cita-citakan untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Bengkulu secara menyeluruh ini dapat terwujud dengan sempurna.

PENUTUP
Pemilihan kepala daerah secara langsung yang sebentar lagi akan kita gelar di Provinsi Bengkulu, baik Pilkada Gubernur ataupun Pilkada Bupati se – Provinsi Bengkulu, memberi peluang kepada masyarakat Bengkulu untuk memilih pemimpin mereka kedepan yang benar-benar peduli dan punya program yang bisa menyentuh langsung pada peningkatan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Bengkulu secara utuh. Memilih pemimpin adalah salah satu cara kita masyarakat untuk menentukan arah penghidupan yang layak, memilih hakekatnya adalah menciptakan ruang kita untuk dapat hidup lebih baik dan sejahterah dibawah kepemimpinan yang baik.
Semoga pada Pilkada yang akan datang, akan lahir pemimpin-pemimpin baru yang mampu membawah perubahan di Bumi Bengkulu secara nyata dan sewajarnya. Semoga tulisan saya ini bisa memberi wawasan dan pencerahan untuk adiak sanak semua di Bumi Bengkulu. “saatnya, Bengkulu Bangkit dan Terhormat”

Bersama ;
”menuju bengkulu yang Unggul, Maju dan Terpandang”


Hormat Kami,
FIKRI SENADA M, ST
Bersama Putra Asli BENGKULU, Sahabat Semua SUKU : ayo… Benahi BENGKULU, perbaiki CITRA..

MENCINTAI TANGAN IBU




Suatu hari seorang anak remaja secara tidak sengaja mendapati bahwa kedua tangan ibunya ternyata jelek sekali karena bekas luka bakar. Selama ini sang ibu berhasil menyembunyikannya dengan selalu memakai baju berlengan panjang.
Si remaja kaget, terkejut, dan menunjukkan mimik tak suka setengah meras jijik. Ibu yang melihat reaksi anaknya demikian berkata dengan lembut, ”Nak, ke sini deh sebentar. Ibu mau cerita tentang tangan ini.”.
Perlahan si anak mendekati ibunya. ”Kamu mau tahu kenapa tangan ibu jelek seperti ini?” tanyanya.
Si anak menggeleng perlahan.

”Ceritanya begini. Dulu ketika kamu masih bayi, kita adalah keluarga baru yang merantau ke Medan ini. Ayahmu hanya mampu mengontrak rumah sederhana di pemukiman padat. Setiap hari ayahmu membanting tulang mencukupi kebutuhan kita, sedangkan ibu selain membesarkan kamu juga harus bekerja sebagai buruh cuci.”

”Suatu hari, ketika ibu sedang bekerja terdengar teriakan ’kebakaran... kebakaran... kebakaran’. Dengan panik ibu meninggalkan cucian berlari menuju tempat kebakaran. Sesampai di sana badan ibu langsung lemas, karena ternyata rumah kita sedang diamuk api.”

”Tahukah di mana kamu waktu itu? Di kamar tertidur pulas. Dengan histeris ibu menerobos masuk untuk menyelamatkan kamu. Tetapi dihalangi oleh masyarakat. Tentu tidak mungkin ibu membiarkan kamu dilalap api. Dengan sekuat tenaga dibantu badan yang licin karena dipenuhi sabun, ibu pun terlepas.”

”Ibu menerobos masuk, menerjang pintu kamar dan menemukan kamu sudah dikelilingi api. Syukur kamu belum apa-apa. Dengan segera ibu membungkus kamu dengan sarung basah. Tinggal, bagaimana caranya keluar? Asap hitam dimana-mana dan ibu kehilangan arah. Namun ibu nekat menerobos dan berhasil menemukan pintu keluar.”

”Sayang, kerana panik, ibu tidak memperhatikan sekeliling. Sebatang kayu yang sedang terbakar jatuh dan menimpa tangan ibu. Kamu terlepas dan diselamatkan warga. Tapi seperti inilah jadinya tangan ibumu.”
Mendengar kisah dramatis itu, si remaja diam terpaku, terpesona. Perasaan haru muncul di hatinya hingga tidak sadar air mata pun meleleh di pipinya. Perlahan dia pun mendekatkan dirinya ke tangan itu, memeluk dan menciuminya dengan lembut seraya berkata, “Tangan ini hebat dan kuat. Aku bangga, ibu begitu mengasihiku, rela mengorbankan segalanya untuk menyelamatkan aku. Sungguh, aku sayang tangan ibu.”

Sesuatu itu baik atau buruk tergantung bagaimana kita melihatnya. Tangan ibu tampak buruk tanpa kisah di baliknya. Namun ketika kisah tangan itu diceritakan, maka seketika terjadi perubahan pandangan; dari tangan buruk menjadi tangan indah.

Visi Misi ”jika aku menjadi Gubernur” ”menuju bengkulu yang Unggul, Maju dan Terpandang”

on Sabtu, 23 Januari 2010


Masyarakat Bengkulu tidak boleh lapar, tidak boleh sakit, tidak boleh bodoh, dan harus punya masa depan.

Provinsi Bengkulu dengan ibu kota Bengkulu adalah salah satu Provinsi di Pulau Sumatera dengan daerah menghadap Samudera Indonesia. Total area Bengkulu adalah 19.788,70 Km2, dengan total penduduk 1.695.050 jiwa dan secara administratif terdiri dari 1 Kotamadya dan 9 Kabupaten, serta 110 Kecamatan dan 1335 desa/kelurahan. Akses mencapai Provinsi ini dapat ditempuh melalui tiga pintu utama gerbang jalan darat, yaitu :
1. Provinsi Lampung;
2. Provinsi Sumatera Selatan;
3. Provinsi Sumatera Barat.
Disamping jalan darat bisa memanfaatkan jasa penerbangan udara dengan Bandar Udara Fatmawati Soekarno dan jasa laut dengan pelabuhan Pulau Bai Bengkulu.

Provinsi Bengkulu merupakan daerah pertanian dan perkebunan karena mayoritas sumber pendapatan masyarakat berasal dari hasil pertanian dan perkebunan, namun pada umumnya pendapatan tersebut berasal penjualan hasil budidaya tanaman dan belum merupakan hasil pengelolahan lanjutan.

Sekarang sudah saatnya Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu ke depan harus berusaha seoptimal mungkin untuk menjadikan daerah Bengkulu sebagai daerah INVESTASI agar potensi hulu yang dimiliki perlahan-lahan bergerak ke hilir. Diharapkan kehadiran INVESTOR dapat memberikan MULTIPLIER EFFECT yang positif dalam pembangunan daerah Provinsi Bengkulu.

Selaku Putra Asli Bengkulu (FIKRI SENADA M, ST), mencoba memberikan penjelasan atas Visi dan Misi kita dalam membenahi Bengkulu dan memperbaiki citra Bengkulu di mata masyarakat luas. Dengan data dan informasi yang tertera dalam tulisan ini merupakan gambaran singkat dan semua cita-cita luhur kita dapat tercapai serta terwujud apabila mendapat dukungan nyata dari semua lapisan masyarakat Provinsi Bengkulu secarah utuh.

Semoga penjelasan ini, mampu memberi insfirasi yang baik buat kita semua bahwa Bengkulu bisa Maju dan Sejahtera.


Hormat Kami,
FIKRI SENADA M, ST
Bersama Putra Asli BENGKULU, Sahabat Semua SUKU : ayo… Benahi BENGKULU, perbaiki CITRA..




Bidang Pemerintahan

”Terwujudnya Pemerintahan yang bersih dan berwibawa, dengan manajemen pemerintahan yang baik, bersih dan profesional serta bebas KKN”


Langkah Konkrit :

1. Rekayasa ulang proses administrasi pemerintahan menuju pemerintahan yang efisien dan efektif;
2. Restrukturisasi dan penyusunan ulang Organisasi Pemerintahan Daerah berbasis kompetensi;
3. Teorientasi pemerintahan daerah dan refokus arah kebijakan publik yang beorientasi pelayanan;
4. Penegakan disiplin dan penerapan hukum yang konsisten terhadap aparat pemerintahan daerah;
5. Peningkatan kesejahteraan pegawai berbasis peningkatan ekonomi masyarakat;
6. Menentukan struktur yang lebih efisien dan efektif sesuai dengan kebutuhan yang ada;
7. Mengoptimalkan organ-organ dan susunan organisasi pemerintahan sehingga Sumber Daya dan Sumber Dana bisa lebih berdaya guna;
8. Menempatkan Sumber Daya yang tepat pada posisi yang tepat;
9. Perancangan dan pembuatan serta penyempurnaan alur kerja;
10. Pembuatan prosedur kerja yang detail pada setiap jenis pekerjaan;
11. Menghilangkan percaloan CPNSD disemua tingkatan dan menindak tegas pihak-pihak yang melakukan percaloan dalam penjaringan CPNSD.

Tujuan :

Diharapkan terjalinnya hubungan yang harmonis antara aparat pemerintahan dengan masyarakat, serta terbangunnya tingkat kepercayaan masyarakat yang lebih tinggi terhadap pelaksanaan pemerintahan, dengan demikian setiap rencana pembangunan akan lebih mudah memperoleh dukungan masyarakat.


Bidang Pendidikan

”Meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan yang lebih adil, merata dan berkualitas”


Langkah Konkrit :

1. Penyiapan struktur pendidikan berbasis kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan daerah;
2. Revitalisasi lembaga pendidikan yang ada dan reorientasi pendidikan sesuai dengan kebutuhan daerah;
3. Penyiapan lembaga pendidikan yang bermutu tinggi dengan fasilitas berstandar tinggi;
4. Penyiapan dan pengembangan pendidikan praktis masyarakat pedesaan yang sesuai kebutuhan perwilayah;
5. Pengadaan sarana pendukung pengembangan pendidikan yang praktis dan efisien, seperti mobil pintar dan perpustakaan keliling;
6. Menumbuh kembangkan minat baca masyarakat melalui perpustakaan masyarakat di ibu kota kecamatan;
7. Memberikan beasiswa kepada peserta didik pada semua tingkatan dan memberikan biaya sekolah gratis pada wajib belajar 9 tahun;
8. Transfaransi formasi CPNSD disemua tingkatan sehingga menarik minat lulusan perguruan tinggi untuk melamar CPNSD di Provinsi Bengkulu.

Sasaran :

Meningkatnya akses masyarakat terhadap pendidikan yang lebih adil, merata dan berkualitas yang ditandai dengan meningkatnya tingkat partisipasi sekolah, tingkat pendidikan yang ditamatkan, tingkat buta huruf, dapat diterima diperguruan tinggi serta mampu memenuhi pasar kerja. Hilangnya image masyarakat tentang percuma sekolah tinggi-tinggi karena test masuk CPNSD itu bayar/percaloan. Disisi lain sasaran yang ingin dicapai dalam pembangunan pemuda dan olah raga adalah terciptanya generasi muda yang memiliki sportifitas dan kreatifitas yang tinggi dalam mendukung pembangunan daerah.



Bidang Kesehatan

”Terwujudnya pelayanan kesehatan yang merata, adil, murah dan profesional”

Langkah Konkrit :

1. Pemerataan pelayanan kesehatan masyarakat yang adil, murah dan profesional;
2. Peningkatan kompetensi tenaga kesehatan;
3. Relokasi penempatan tenaga medis yang rasional dan ideal;
4. Mengembangkan puskesmas-puskesmas induk dan pembantu serta balai pengobatan sampai kepada sentra-sentra desa di pelosok daerah;
5. Pengadaan bidan desa disemua desa-desa seluruh daerah dan POLINDES pondok bersalin desa serta segala kelengkapannya;
6. Meningkatkan sarana prasarana kelengkapan berbagai puskesmas, rumah sakit daerah dan mengupayakan kerjasama/beasiswa dokter spesialis;
7. Peningkatan kesehatan individu masyarakat, dg berbagai kegiatan antara lain:
• Memberikan pelayanan kesehatan bagi keluarga miskin secara gratis dan pelayanan rujukan lainnya;
• Memberikan bantuan/dukungan pada RS afiliasi dan daerah terpencil;
• Pencegahan dan pemberantasan penyakit menular;
• Meningkatkan kemampuan pencegahan dan pemberantasan penyakit serta kesehatan mata.

Sasaran :

Pelayanan kesehatan merupakan salah satu kebutuhan pokok penduduk disamping pangan, papan, sandang dan pendidikan. Kesehatan menjadi salah satu tulang punggung pembangunan, dimana dengan masyarakat yang sehat akan mendapatkan tenaga yang kuat, cerdas dan mampu terlibat aktif dalam jalannya pembangunan. Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Provinsi Bengkulu, Kedepan RS Pusat daerah harus lebih baik lagi pelayanan dan tenaga medis yang tersedia, peningkatan mutu RS Daerah kabupaten, penambahan puskesmas pusat dan pembantu, penyediaan balai pengobatan sampai ke sentra-sentra desa dan pengadaan bidan desa, serta penyediaan POSYANDU dan POLINDES yang menyebar disemua desa-desa.



Bidang KIMPRASDA

“Terbangunnya jaringan transportasi Jalan Lintas Sumatera yang menembus mulai dari perbatasan Provinsi Sumbar sampai dengan perbatasan Provinsi Lampung, jalan antar kabupaten yang ada di Bengkulu, jalan antar kecamatan dan desa dalam satu mata rantai perekonomian”

Langkah Konkrit :

1. Pembangunan jalan sekaligus peningkatan akses Provinsi Bengkulu dalam jalan lintas sumatera;
2. Pembangunan jalan sekaligus peningkatan akses kepada Kabupaten-kabupaten yang ada;
3. Pembangunan jalan sekaligus peningkatan akses kepada desa-desa tertinggal/terisolir;
4. Pembangunan dan pemeliharaan jalan dan jembatan;
5. Pembangunan dan pemeliharaan irigasi/pengairan dan sumber air bersih;
6. Pembangunan dan pemeliharaan keciptakaryaan dan kesehatan lingkungan;
7. Peningkatan pelayanan kebersihan dan pertamanan;
8. Peningkatan dan penataan lingkungan pemukiman perkotaan dan pedesaan;
9. Pengentasan kemiskinan di desa-desa tertinggal dan terisolir.

Sasaran :

Untuk menunjang kelancaran arus lalu lintas barang dan jasa di Provinsi Bengkulu, maka Pemerintah Provinsi kedepan harus berusaha memperjuangkan pembangunan Jalan Lintas antar provinsi di pulau sumatera yang menembus Provisnsi Bengkulu. Hal ini bertujuan agar sebagian daerah kabupaten di provinsi Bengkulu dilewati oleh masyarakat sumatera yang mau ke Ibu Kota Negara Jakarta melalui darat. Pemerintahan kedepan harus dapat meningkatkan pembangunan jaringan jalan yang ada untuk mempermudah aksesibilitas dari dan menuju kabupaten-kabupaten yang ada di Provinsi Bengkulu. Dengan adanya jalan dan jembatan yang baik, maka memberikan akses transportasi bagi masyarakat untuk melakukan kegiatan perekonomian di daerah-daerah.



Bidang Industri dan Pertambangan

“Terkelolanya potensi pertambangan dan energi daerah secara optimal dengan efektif, efisien, dan profesional yang berwawasan lingkungan serta meningkatnya pelayanan kelistrikan sampai ke pelosok-pelosok daerah”.

Langkah Konkrit :

1. Kerjasama melakukan studi, pendataan dan inventarisasi, penelitian dan analisa kondisi potensi pertambangan dan energi daerah;
2. Meningkatkan upaya promosi kondisi dan potensi pertambangan dan energi daerah;
3. Meningkatkan pelaksanaan sosialisasi pengembangan dan pelestarian pertambangan dan energi daerah;
4. Menjamin bahwa dalam pengelolaan pertambangan menganut azas peduli lingkungan hidup;
5. Dalam pengelolaan pertambangan mengedepankan azas keadilan pada masyarakat disekitar daerah pertambangan.
6. Menjadikan hasil tambang sebagai penunjang pelayanan listrik daerah sampai kepelosok desa.

Sasaran :

Terciptanya lapangan pekerjaan bagi putra putri daerah untuk ikut andil dalam mengelolah peertambangan di daerah ini dan memberikan manfaat pada masyarakat sekitar pertambangan akan hasil bumi daerah ini. Menjadikan hal tambang seperti batau bara sebagai bahan bakar favorite dalam penyediaan ketenagalistrikan daerah.



Bidang Koperasi dan UKM

“Tumbuh berkembangnya industri kecil dan rumah tangga yang dapat menghasilkan bahan baku pertanian dan mengelola hasil-hasil pertanian melalui jalinan kemitraan yang saling mnguntungkan dengan pengusaha sedang dan besar yang ada di daerah”

Langkah Konkrit :

1. Pembangunan dan Pengembangan sentra-sentra industri kecil;
2. Membangun kemitraan antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam bidang peningkatan kualitas produksi;
3. Memfasilitasi kemitraan antara pengusaha dengan perbankan dari segi permodalan;
4. Membangun kemitraan antara Badan Usaha Milik Daerah dengan Pengusaha dalam bidang Pemasaran;
5. Kerjasama Pemerintah Daerah dengan Dekranas Provinsi Bengkulu dengan Dekranas Kabupaten/Kota di Bengkulu dalam bidang promosi produksi;
6. Melakukan gerakan kebijakan cinta produk sendiri melalui penggunaan produk-produk lokal di kantor pemerintah provinsi, kabupaten/Kota.
7. Memberikan subsidi bagi perseorangan atau kelompok usaha kecil dan menegah dalam mengelolah usahanya, serta memberikan pelatihan dan pendidikan singkat pada masyarakat tentang berwirausaha.

Sasaran :

Meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan kemandiriannya dalam berusaha dan memberikan ilmu bahwa disekitar kita banyak fotensi usaha yang dapat dikembangkan. Memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat desa untuk dapat bekerja di usaha kecil dan menengah. Meningkatkan pendapatan asli daerah dengan semakin berkembangnya sentra-sentra industri didaerah.



Bidang Pariwisata

“Terkelolanya potensi kepariwisataan daerah serta tumbuh berkembangnya kecintaan dan kebanggaan masyarakat terhadap nilai-nilai religius adat budaya Provinsi Bengkulu sehingga dapat bersaing dengan adat budaya asing yang masuk dan tidak sesuai dengan peradaban kehidupan masyarakat Provinsi Bengkulu”

Langkah Konkrit :

1. Pencanangan DANAU DENDAN TAK SUDAH sebagai objek wisata bahari dan bumi perkemahan nasional;
2. Menjadikan Pantai Panjang Bengkulu sebagai Pusat Wisata Bahari dan Sentra Kerajinan Daerah dalam Perayaan BENGKULU EXPO;
3. Menjadikan Pulau Enggano dan Pulau Tikus sebagai tempat tujuan wisata asing dan domistik, dengan mendirikan resort dan fasilitas lainnya;
4. Meningkatkan pelayanan di Taman Budaya dan Musium Daerah sebagai pusat informasi cagar budaya daerah;
5. Meningkatkan koordinasi dan kerjasama baik dengan investor maupun masyarakat untuk melakukan kajian dan penelitian serta pengembangan kepariwisataan daerah;
6. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam rangka kemitraan dengan pemerintah tentang pengelolaan pariwisata;
7. Melakukan promosi intensif dan berkesinambungan tentang potensi kepariwisataan daerah baik kepada masyarakat daerah maupun pihak luar melalui website Provinsi Bengkulu.
8. Memberikan ruang usaha kepada semua pihak untuk memberikan pelayanan kepada paeriwisata daerah, memberikan perijinan gratis, memperbanyak travel, transportasi lokal, dan fasilitas yang lainnya;


POTENSI PARIWISATA:
1. Danau Dendam Tak Sudah;
2. Pantai Panjang Bengkulu;
3. Tapak Paderi Bengkulu;
4. Benteng Marbrough;
5. Taman Budaya & Musium Daerah;
6. Rumah Bung Karno;
7. Pantai-pantai di daerah Kabupaten;
8. dll



Bidang Lingkungan Hidup

“Pengembalian fungsi hutan, sungai, danau, dan daerah penyangga pada kondisi yang baik untuk mendukung kegiatan ekonomi secara berkelanjutan serta penataan kembali lingkungan secara menyeluruh untuk menciptakan lingkungan hidup”

Langkah Konkrit :

1. Penentuan hutan-hutan lindung, konversi dan produksi;
2. Pengaturan dan pengawasan eksploitasi hutan;
3. Pengembangan taman eko-wisata;
4. Pengaturan jenis komoditas tanaman berdasarkan daya dukung lahan;
5. Pengaturan pengelolaan tambang rakyat dan tambang umum;
6. Pengaturan pengelolaan sungai;
7. Pengelolaan/manajemen pengelolaan limbah masyarakat;
8. Penataan kembali lingkungan permukiman di perkotaan dan pedesaan;
9. Pengaturan dan pengelolaan sarana transportasi umum.


Bidang Perkebunan dan Kehutanan

“Meningkatnya pendapatan petani dan PAD Daerah dari hasil-hasil kehutanan dan perkebunan melalui pembinaan, pengaturan, dan penetapan lahan yang sesuai dengan tata ruang daerah”

Langkah Konkrit :

1. Penetapan tata ruang kehutanan dan perkebunan daerah yang tegas, pembinaan dan pengelolaan kehutanan dan perkebunan yang efektif dan efisien, produktif dan lestari serta peningkatan kerjasama saling menguntungkan antara pengusaha-pengusaha kehutanan dan perkebunan dengan petani sekitar;
2. Melakukan pengendalian secara selektif tentang pemberian izin usaha pengelolaan hutan agar dapat dilakukan dengan penuh tanggungjawab dan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku;
3. Melakukan pembinaan, pengendalian dan pengawasan secara intensif dan berkesinambungan terhadap pengelolaan pemanfaatan hutan oleh pengusaha pemegang izin.




Bidang Teknologi Informatika

“Memperkecil rentang kendali manajemen pelayanan publik dengan mempergunakan teknologi”

Langkah Konkrit :

1. Pembenahan Manajemen pemerintahan melalui penerapan sistem informasi manajemen berbasis teknologi informasi (E-Government);
2. Pembangunan jaringan On-line pada setiap sistem informasi manajemen pemerintahan, seperti Sistem Informasi Manajemen Pendapatan Daerah (SIMPADA), Sistem Informasi Manajemen Keuangan Daerah (SIMKEUDA), Sistem Informasi Kepegawaian Daerah (SIMPEGDA) dan Sistem Informasi Manajemen Barang dan Aset Daerah (SIMBAGDA) serta Sistem Informasi Manajemen Rencana Daerah (SIMREDA);
3. Peningkatan Manajemen Pelayanan Kependudukan (SIAK) melalui penerbitan KTP On-line di beberapa Kabupaten pada tahap pertama dan dilanjutkan di semua kabupaten pada tahap berikutnya;
4. Penyiapan Lembaga Pendidikan Telematika di masa mendatang;
5. Persiapan pembangunan Kantor Pelayanan Terpadu Satu Atap (PTSA).



Bidang Sosial Budaya

“Menciptakan budaya dan sistem sosial yang modern dengan berlandaskan kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dan adat istiadat Provinsi Bengkulu”

Langkah Konkrit :

1. Membangun etos kerja dan peningkatan produktivitas;
2. Membangun kembali ketertiban dan ketentraman masyarakat, ketertiban dan kepatuhan terhadap hukum serta perasaan bertanggung jawab;
3. Pemulihan kembali penghormatan dan penghargaan terhadap nilai-nilai religi dan adat istiadat;
4. Penegakan kembali lembaga-lembaga sosial dan adat lengkap dengan hukum-hukumnya baik hukuman sosial maupun hukuman legal formal.



Hormat Kami,
FIKRI SENADA M, ST
Bersama Putra Asli BENGKULU, Sahabat Semua SUKU : ayo… Benahi BENGKULU, perbaiki CITRA..